Bobby Nasution “Walk Out” dari Rapat Paripurna DPRD Sumut, Bagaimana Awal Mulanya?
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution sempat meninggalkan rapat paripurna DPRD Sumatera Utara setelah menyampaikan kekecewaannya terhadap pembahasan alokasi dana pemulihan pascabencana. Momen tersebut terjadi ketika rapat membahas dukungan anggaran bagi daerah terdampak bencana di Sumatera Utara. Bobby menilai alokasi yang diterima provinsinya tidak sebanding dengan besarnya kerusakan dan kebutuhan pemulihan. Aksi itu kemudian menjadi sorotan setelah rekaman videonya beredar luas di media sosial.
Awalnya, Bobby mengikuti pembahasan bersama para pejabat pemerintah mengenai Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana. Dalam rapat tersebut, Sumatera Utara disebut hanya memperoleh alokasi sekitar Rp2,11 triliun. Padahal, hasil verifikasi lintas kementerian memperkirakan kebutuhan pemulihan mencapai Rp30,56 triliun. Bobby mempertanyakan dasar pembagian anggaran yang dinilainya tidak mencerminkan besarnya dampak bencana di wilayahnya.
Dalam video yang viral, Bobby terdengar melontarkan protes sebelum memutuskan meninggalkan ruang rapat. Ia menyebut pembahasan tersebut tidak memberikan kejelasan mengenai dasar penentuan alokasi anggaran. Menurut Bobby, Sumatera Utara menjadi salah satu daerah dengan korban dan kerusakan besar akibat bencana pada akhir 2025. Karena itu, pemerintah provinsi berharap memperoleh dukungan anggaran yang lebih proporsional dari pemerintah pusat.
Menanggapi protes tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menjelaskan angka yang dipaparkan masih berupa rancangan awal. Pemerintah pusat masih membuka ruang masukan dari pemerintah daerah sebelum dokumen ditetapkan secara final. Setelah proses pembahasan berlanjut, pemerintah akhirnya meningkatkan alokasi dana rehabilitasi dan rekonstruksi untuk Sumatera Utara menjadi sekitar Rp23 triliun. Bobby menyambut keputusan itu sebagai hasil komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
