Tak Bisa Diselesaikan Sekali: Tol, Kereta Api, dan Fly Over Perlu Terintegrasi Atasi Kemacetan Padang-Bukittinggi
Kemacetan di jalur Padang-Bukittinggi dinilai tidak dapat diatasi hanya dengan satu proyek infrastruktur. Praktisi Geographic Information System (GIS) Sumatera Barat, Timtim Deby Purnasebta, mengatakan solusi terbaik adalah membangun sistem transportasi yang saling terintegrasi. Menurutnya, jalan tol, reaktivasi kereta api, dan fly over memiliki fungsi berbeda. Ketiganya harus saling melengkapi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan mengandalkan satu proyek saja.
Koridor Padang-Bukittinggi menjadi jalur utama penghubung kawasan pesisir dan dataran tinggi Sumatera Barat. Jalur tersebut juga mendukung distribusi logistik, aktivitas ekonomi, serta sektor pariwisata menuju Bukittinggi dan wilayah sekitarnya. Dalam kondisi normal, perjalanan memakan waktu sekitar dua hingga dua setengah jam. Namun, saat musim libur atau Lebaran, waktu tempuh dapat meningkat menjadi empat hingga enam jam. Kemacetan terparah biasanya terjadi di Lembah Anai, Padang Lua, dan Pasar Koto Baru.
Timtim menjelaskan kemacetan dipengaruhi tingginya mobilitas regional dan keterbatasan jaringan transportasi. Jalur utama masih bertumpu pada satu koridor dengan beberapa titik penyempitan. Kondisi bentang alam Pegunungan Bukit Barisan juga memperumit pembangunan infrastruktur baru. Selain itu, kawasan tersebut memiliki risiko bencana yang cukup tinggi. Karena itu, pembangunan harus memperhatikan aspek geospasial dan mitigasi bencana.
Menurut Timtim, jalan tol berfungsi mempercepat perjalanan antardaerah dan mengurangi beban jalan nasional. Reaktivasi kereta api dapat mengalihkan sebagian penumpang dari kendaraan pribadi. Fly over dibutuhkan untuk mengurai kemacetan pada simpul lalu lintas padat. Kombinasi ketiga proyek tersebut diyakini mampu meningkatkan konektivitas dan efisiensi transportasi. Pemerintah juga terus menyiapkan pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi sebagai bagian dari penguatan jaringan transportasi Sumatera Barat.
