MU Mau Gaet Andrey Santos dari Chelsea?
Manchester United dikabarkan mulai menjajaki peluang merekrut gelandang Chelsea, Andrey Santos, pada bursa transfer musim panas 2026. Langkah ini dilakukan setelah Setan Merah gagal mendapatkan Elliot Anderson dan Mateus Fernandes. Hingga kini, belum ada negosiasi resmi antara kedua klub. Pendekatan baru sebatas komunikasi dengan perwakilan sang pemain. Chelsea disebut membanderol Andrey Santos sekitar 50 juta pound sterling atau sekitar Rp1,1 triliun.
Manajer Michael Carrick ingin memperkuat lini tengah menjelang musim 2026/2027. Kebutuhan itu muncul setelah Casemiro meninggalkan klub dan Manuel Ugarte mengalami cedera serius. Manchester United juga hampir menyelesaikan transfer Ederson dari Atalanta. Namun, klub masih mencari tambahan gelandang dengan karakter berbeda. Andrey Santos dinilai memenuhi kebutuhan tersebut berkat kemampuan bertahan dan membangun serangan.
Santos menjalani musim yang cukup baik bersama Chelsea. Gelandang asal Brasil berusia 22 tahun itu tampil dalam 27 pertandingan Liga Inggris, meski hanya 13 kali menjadi starter. Persaingan dengan Moises Caicedo dan Enzo Fernandez membuat menit bermainnya terbatas. Kondisi tersebut disebut membuka peluang bagi klub lain untuk mengajukan tawaran. Selain Manchester United, Newcastle United juga memantau situasi pemain tersebut.
Chelsea belum menutup pintu untuk melepas Santos. Namun, The Blues hanya akan mempertimbangkan penawaran yang sesuai dengan valuasi mereka. Laporan media Inggris menyebut belum ada kontak resmi antarklub hingga saat ini. Semua proses masih berada pada tahap penjajakan melalui agen pemain. Keputusan akhir diperkirakan bergantung pada tawaran Manchester United dan rencana Chelsea menghadapi musim baru.
Jika transfer terwujud, Andrey Santos berpotensi menjadi salah satu rekrutan penting Manchester United pada musim panas ini. Usianya yang masih muda dinilai cocok dengan proyek jangka panjang klub. Di sisi lain, Chelsea harus mempertimbangkan keseimbangan skuad sebelum melepas gelandang berbakat tersebut. Perkembangan negosiasi diperkirakan akan menjadi perhatian dalam beberapa pekan ke depan.
