Rupiah Makin Loyo ke Rp17.965 per Dolar AS Pagi Ini

Read Time:1 Minute, 3 Second

Nilai tukar Rupiah kembali melemah pada perdagangan Rabu pagi. Mata uang Garuda berada di level Rp17.965 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi tersebut turun 58 poin atau 0,32 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah menguatnya dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia. Mata uang Asia juga bergerak di zona merah. Won Korea Selatan, baht Thailand, ringgit Malaysia, yen Jepang, dan dolar Singapura ikut mengalami tekanan. Kondisi ini mencerminkan sentimen global yang masih berhati-hati.

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati data ekonomi yang kurang menggembirakan. Aktivitas manufaktur Indonesia masih berada pada fase kontraksi. Investor juga menunggu rilis data inflasi dan neraca perdagangan yang diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan.

Analis menilai penguatan dolar AS dipicu ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve. Selain itu, ketidakpastian ekonomi global membuat investor lebih memilih aset berdenominasi dolar. Kondisi tersebut memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Pelaku pasar kini menantikan langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Bank sentral diperkirakan terus melakukan bauran kebijakan untuk menjaga kepercayaan pasar dan mengurangi gejolak di pasar keuangan. Pergerakan rupiah selanjutnya masih akan dipengaruhi perkembangan ekonomi global serta rilis data ekonomi domestik dalam waktu dekat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Sensus Ekonomi 2026, Instrumen Sulut Perkuat Fondasi Pertumbuhan
Next post Bentuk Pengemudi Profesional, Korlantas Polri Gelar Sertifikasi Instruktur Taksi Green SM