BGN Perkenalkan 5 Pejabat Baru, Ada Sekretaris Utama hingga Deputi

Read Time:1 Minute, 6 Second

Badan Gizi Nasional (BGN) memperkenalkan lima pejabat tinggi madya baru untuk memperkuat organisasi pelaksana Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Para pejabat diperkenalkan langsung oleh Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari bersama Wakil Kepala BGN Trenggono di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Juli 2026. Kelima pejabat tersebut dilantik berdasarkan Keputusan Presiden yang diterbitkan Presiden Prabowo Subianto. Penguatan sumber daya manusia dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan kinerja lembaga.

Lima pejabat yang diperkenalkan meliputi Lili Khamiliyah sebagai Sekretaris Utama BGN. Kemudian, Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea menjabat Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola. Zainuri dipercaya sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran. Mariman Darto mengisi posisi Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama. Sementara itu, Ketut Sumedana ditunjuk sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan.

Agustina Arumsari mengatakan keberhasilan program MBG sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, kehadiran pejabat baru diharapkan mampu mempercepat pembenahan tata kelola organisasi. BGN juga terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program di berbagai daerah. Perbaikan tersebut diharapkan meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

Selain memperkenalkan pejabat baru, BGN tengah memprioritaskan validasi data penerima manfaat MBG di seluruh Indonesia. Evaluasi juga mencakup skema insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. Langkah tersebut dilakukan agar penyaluran program lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan daerah. BGN berharap penguatan organisasi mampu mempercepat pelaksanaan program prioritas pemerintah di bidang pemenuhan gizi nasional.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post China Open 2026: Rehan/Gloria Kerja Keras, Maju ke Babak 16 Besar
Next post Jelang Muktamar NU ke-35, Hampir 100 PCNU dan PWNU Terkendala SK