Jelang Muktamar NU, Gus Yahya Tekankan Pentingnya Konstitusi Organisasi
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menegaskan pentingnya menjadikan konstitusi organisasi sebagai pedoman menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama. Menurutnya, seluruh proses organisasi harus berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) agar pelaksanaan muktamar berlangsung tertib, demokratis, dan tetap menjaga persatuan warga NU. Penegasan tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh pengurus dan anggota untuk mengedepankan mekanisme organisasi dalam setiap pengambilan keputusan.
Gus Yahya menjelaskan bahwa konstitusi organisasi merupakan landasan utama dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan dan arah perjuangan NU. Setiap tahapan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan muktamar, harus mengikuti aturan yang telah disepakati bersama. Dengan demikian, setiap keputusan yang dihasilkan memiliki legitimasi organisasi dan dapat diterima oleh seluruh elemen Nahdlatul Ulama. Ia juga mengajak seluruh kader menjaga suasana yang kondusif menjelang agenda penting tersebut.
Selain menekankan kepatuhan terhadap aturan organisasi, Gus Yahya berharap seluruh peserta muktamar mengedepankan semangat musyawarah dan persaudaraan. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam organisasi besar seperti NU. Namun, seluruh dinamika harus diselesaikan melalui mekanisme yang telah diatur dalam konstitusi organisasi. Sikap saling menghormati dinilai menjadi modal penting untuk menjaga soliditas dan kekuatan NU di tengah berbagai tantangan.
Muktamar Nahdlatul Ulama menjadi forum tertinggi organisasi yang membahas berbagai agenda strategis, termasuk evaluasi program kerja dan arah kebijakan ke depan. Forum tersebut juga menjadi momentum memilih kepengurusan baru sesuai ketentuan organisasi. Karena itu, seluruh tahapan pelaksanaan diharapkan berjalan transparan, akuntabel, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.
Melalui penegasan tersebut, Gus Yahya berharap muktamar dapat berlangsung dengan aman dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi. Kepatuhan terhadap konstitusi dinilai menjadi kunci menjaga persatuan sekaligus memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
