Pokat Kocok Bu Iyah, Kedai Minuman Legendaris Medan dari 1968

Read Time:1 Minute, 24 Second

Pokat Kocok Bu Iyah menjadi salah satu ikon kuliner legendaris yang wajib dicoba saat berkunjung ke Medan. Kedai sederhana ini telah berdiri sejak 1968 dan dikenal sebagai pelopor minuman pokat kocok di Kota Medan. Hingga kini, usahanya masih bertahan dan dikelola oleh generasi ketiga keluarga pendiri. Lokasinya berada di kawasan Simpang Glugur, Jalan KL Yos Sudarso, Medan Barat. Cita rasa yang konsisten membuat kedai ini selalu ramai didatangi pelanggan dari berbagai daerah.

Pokat kocok Bu Iyah dibuat menggunakan alpukat matang yang dikocok langsung di dalam gelas. Minuman tersebut dipadukan dengan santan kelapa, susu kental manis, gula aren, dan es serut. Perpaduan bahan itu menghasilkan tekstur lembut dengan rasa manis yang menyegarkan. Proses penyajiannya masih mempertahankan cara tradisional sejak pertama kali diperkenalkan. Keaslian resep menjadi alasan banyak pelanggan tetap kembali menikmati minuman tersebut.

Awalnya, usaha ini dirintis oleh orang tua Bu Iyah menggunakan gerobak sederhana di kawasan Simpang Glugur. Bu Iyah kemudian melanjutkan usaha keluarga hingga dikenal luas sebagai pelopor pokat kocok di Medan. Kini, pengelolaannya diteruskan oleh putranya, Imran, tanpa mengubah cita rasa khas yang telah diwariskan. Meski banyak minuman modern bermunculan, Pokat Kocok Bu Iyah tetap menjadi pilihan favorit warga lokal maupun wisatawan. Keberadaannya bahkan sering masuk rekomendasi wisata kuliner khas Medan.

Selain menawarkan cita rasa autentik, harga Pokat Kocok Bu Iyah juga tetap ramah di kantong. Satu porsi dijual dengan harga yang masih terjangkau sehingga dapat dinikmati berbagai kalangan. Kesegaran alpukat berpadu es serut menjadikannya pilihan tepat saat cuaca Medan terasa panas. Tak heran, kedai ini selalu menjadi destinasi kuliner legendaris yang tidak pernah sepi pengunjung. Bertahan lebih dari setengah abad, Pokat Kocok Bu Iyah membuktikan kualitas dan konsistensi mampu menjaga eksistensi sebuah usaha kuliner lintas generasi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Specialty Coffee hingga Premium Bakery Jadi Primadona Baru Kuliner Lokal